Belajar Islam Lewat Virtual Reality. Why Not?!

    86
    BAGIKAN

    PART 1

    Belajar Islam Lewat Virtual Reality. Why Not?! (PART-1) Anda bayangkan, kalau kami menawarkan pembelajaran sholat, mulai dari gerakan dan bacaannya kami bentukkan dalam teknologi virtual reality (VR). Selama belajar, anda akan dibawa masuk menikmati sensasi di mana anda seoalah-olah melihat langsung seseorang di depan anda yang mrngajarkan gerakannya dan di saat yang bersamaan anda diajari bacaan dalam tiap gerakannya. Lalu sembari anda belajar, anda juga menirukan bacaan dan gerakan tersebut. Lalu bayangkan, jika saat anda sedang belajar di dalam VR itu, anda sedang berada di Masjidil Haram di hadapan Ka’bah. Kami yakin, pembelajaran itu tak hanya informatif, edukatif namun juga menyentuh hati anda sebagai muslim. Nah, teknologi itu sebentar lagi akan muncul dari rahim pemikir NU dengan bekerjasama dengan pengembang terknologi dari Kovee, sebuah perusahaan VR dari Korea Selatan. Kami beruntung sekali mendengarkan langsung rencana pengembangan teknologi tersebut sewaktu ngobrol dalam acara “Peci dan Kopi” di studio @164channel di Gedung PBNU bersama mas @dripasj dari Himpunan Pengusaha Nahdliyin yang punya terobosan ide keren itu dan mas @ridwanfanwar dari perusahaan pengembang teknologi tersebut. Usai obrolan itu aku mikir, kalau itu terealisir dan bermanfaat bagi orang banyak yang belajar Islam, “tak akan habis pahala dan keberkahan untuk mereka berdua dan tim di belakangnya untuk bekal hidup bahagia di dunia dan bekal kelak di kehidupan setelah kematian kelak”. Terima kasih sudah berbagi dan melibatkan kami dalam rencana besar ini. Salam.

    PART 2

    Digital Greenpage

    Marketplace Digital Greenpage menjadi gagasan untuk merangkul media-media NU dan bisa mempermudah dalam mengakses informasi keNUan, serta menjadi kesempatan untuk mengkalaborasikan perusahaan. Dalam artian, di era digital ini, saling melengkapi untuk menjadi sesuatu yang besar adalah cara terbaik. Greenpage menjadi salah satu solusi untuk warga nahdliyin dalam menghadapi era digital ini.

    Komentar