Beranda NU Talk Diaspora Nusantara 🔴 (LIVE) Halal Bihalal Nahdliyin Se-Eropa. Menimbang Kebijakan New Normal

🔴 (LIVE) Halal Bihalal Nahdliyin Se-Eropa. Menimbang Kebijakan New Normal

3
BAGIKAN

Halal Bi Halal Nahdliyin Se-Eropa + Webinar Menimbang Kebijakan New Normal Perspektif dan Strategi dari Eropa

Minggu, 14 Juni 2020 13:30 CEST / 18:30 WIB

Live YouTube via 164 Channel

Nahdlatul Ulama Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah pusat maupun daerah di Indonesia menghadapi tantangan terbesarnya dari faktor ekonomi; semakin panjang waktu PSBB, semakin tidak stabil ekonomi daerah maupun nasional. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan keresahan/gejolak sosial pada berbagai lapisan masyarakat hingga kerusuhan dalam situasi terburuknya.

Sebagian negara lain yang menerapkan strategi lockdown maupun social distancing baik skala nasional maupun parsial terlihat mulai melonggarkan kebijakannya meski tetap dilakukan secara bertahap dan waspada. Hal ini sering diistilahkan sebagai new normal. Sebab utamanya ialah kurva penularan yang mulai melandai atau bahkan cenderung turun di negara terkait, meski masih terbuka kemungkinan untuk kembali meningkat. Tanda-tanda puncak kurva penularan sayangnya belum terlihat untuk kasus Indonesia.

Namun berbagai desakan pelonggaran PSBB telah muncul mulai dari elemen pemerintah sendiri hingga masyarakat. Nahdlatul Ulama (NU), sebagai jam’iyah berjumlah anggota sekitar 60 juta orang, puluhan ribu pesantren, serta diaspora nahdliyin dan puluhan PCI NU yang tersebar di luar negeri, sedang berada di sebuah persimpangan jalan: NU berpotensi menjadi pelopor selama masa new normal salah satunya dengan memanfaatkan keahlian SDM-nya yang berlimpah, atau justru beresiko menjadi epicentrum baru dalam wabah Covid-19 ini.

Webinar dengan sistem diskusi panel yang dibingkai dalam sebuah acara Halal Bi Halal Nahdliyin di Eropa ini diharapkan dapat memberikan perspektif maupun strategi terkait posisi NU tersebut, khususnya untuk pesantren sebagai pilar utamanya. Webinar terdiri dari dua opening remarks: oleh Ketua PBNU, Prof. KH. Said Aqil Siradj, dan oleh Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, H.E. Arif Havas Oegroseno. Acara yang akan dimoderatori Akrimi Matswah, kandidat PhD di Universitas Freiburg ini, kemudian diikuti dengan empat pembahasan para ahli yang semuanya nahdliyin dengan berbagai latar belakang:

(1) New Normal dari Perspektif Sustainable Development Goals oleh Dr. Wahyu W. Hadiwikarta (Bioinformatik, Jerman),

(2) Negara Hukum dan New Normal oleh Fachrizal Afandi (Hukum, Belanda),

(3) Strategi Industri Keuangan di Masa New Normal oleh Shandy Adiguna (Ekonomi, UK)

(4) Strategi Pesantren di Masa New Normal oleh Baktiar Hasan, PhD. (Biostatistik, Belgia).

Sebuah kolaborasi dari PCI NU Jerman – UK – Belanda – Belgia —– Untuk mendapatkan informasi seputar NU, atau kajian kitab kuning dari kiai-kiai NU, silahkan follow akun:

Instagram: @164channel.pbnu

Youtube: www.youtube.com/164Channel

Facebook: www.facebook.com/Channel164

Twitter: @Channel164

Komentar