Beranda Serambi Nahdlatul Ulama Musik, Jalan Menuju Tuhan

Musik, Jalan Menuju Tuhan

1055
BAGIKAN

Di dalam literatur ajaran Islam, musik yang menjadikan seseorang yang memainkannya atau penikmatnya lupa pada kewajiban shalat, dzikir, diharamkan oleh para fuqaha (ahli fiqih), tetapi sebaliknya jika mengantarkan pada kebenaran, kepada hal-hal baik, bisa dibolehkan.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, musik yang mengantarkan yang memainkan dan pendengarnya menjadi seseorang yang berhati lembut, melupakan dendam, takabur, benci, hasud, permusuhan, fitnah, itu sangat terpuji.

“Kata salah seorang waliyullah besar, sufi besar Al-Imam Dzu Nun Al-Mishri yang yang wafat tahun 245 Hijriyah, musik itu suara kebenaran, suara hak, yang palsu itu dari mulut. Bohong itu mulut. Musik tidak ada yang bohong. Suara kebenaran yang bisa menggugah hati manusia menuju Allah, menuju kebenaran,” kata Kiai Said di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis, (8/3).

Ia melanjutkan kutipan Al-Imam Dzu Nun Al-Mishri, barangsiapa mendengarkan suara musik dengan betul-betul mencapai hakikat, dengan tujuan positif, dia akan mencapat kepada hakikat. Tapi barangsiapa mendengarkan musik dengan syahwat, dia akan pada ke-zindiq-an.

Komentar