Beranda Jurnal Nusantara Rektor UIN Jakarta Komentari Fenomena Ustadz Prematur

Rektor UIN Jakarta Komentari Fenomena Ustadz Prematur

18
BAGIKAN

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Profesor Hj Amany Burhanudin Umar Lubis ikut memberikan tanggapan terkait fenomena ustadz prematur di internet yang kerap memfatwakan hukum islam tertentu berdasarkan pemikirannya sendiri. Bahkan sang ustadz tak memiliki kemampuan mengaji dengan baik dan benar berdasarkan ilmunya. Menurut mufti perempuan pertama Uni Emirat Arab ini, fenomena itu tidak hanya terjadi di Indonesia, hampir beberapa negara mengalami serupa, yakni berkembang mubaligh yang tidak memiliki landasan ilmu pengetahuan atau tuntunan ajaran agama. Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo ini menerangkan, patokan menjadi seorang pendakwah di antaranya, konten yang disampaikan harus berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah. Lalu, menyampaikan materi berdasarkan ijtihad para ulama, menyampaikan materi dakwah berdasarkan ilmu meliputi bahasa Arab, fiqih, ushul fiqih, mempelajari ilmu tafsir dan telah membaca karangan para ulama yang mu’tabar. Namun yang terjadi saat ini, ada Ustadz yang tidak punya majlis taklim, atau tidak pernah diundang untuk berceramah, namun memberikan fatwa tentang hukum islam di media virtual. —– Untuk mendapatkan informasi seputar NU, atau kajian kitab kuning dari kiai-kiai NU, silahkan follow akun: IG: @164channel.pbnu Youtube: www.youtube.com/164Channel Facebook: www.facebook.com/164Channel Twitter: @Channel164

Komentar