Televisi Nahdlatul Ulama (TVNU) secara resmi berdiri pada tahun 2016 dengan nama 164 Channel di bawah naungan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU-PBNU). Seiring perkembangan dan sesuai kebutuhan, 164 channel berubah nama menjadi TVNU. Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Aqil Siroj mengumumkan perubahan nama tersebut pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-98 Nahdlatul Ulama di Masjid Istiqlal, Sabtu, 27 Februari 2021.

Sebagai media informasi resmi NU, TVNU menyajikan konten-konten dalam bingkai spiritualitas untuk membangun kemanusiaan. TVNU memberikan informasi khas NU yang bernuansa kemanusiaan, spiritualitas, dan rahmatan lil alamin. Harapannya TVNU dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia serta menjadi bagian dari sumbangan NU kepada Indonesia. Sebagai media ormas Islam terbesar di Indonesia, TVNU sudah seharusnya tidak hanya memberikan manfaat bagi kaum Nahdliyin. Lebih dari itu, TVNU harus mampu sebagai inisiator pemersatu bangsa sesuai dengan cita-cita mulianya.

Dalam menjalankan amanatnya, TVNU tidak terpisahkan dengan aktivitas kalangan santri dan pondok pesantren. TVNU banyak melakukan kegiatan untuk kalangan santri terkait dengan wawasan dan skill tertentu di luar ilmu agama, misalnya, pelatihan literasi digigital bagi santri, pelajar dan kalangan santri, pelatihan video jurnalistik, pelatihan editing video, pelatihan penggunaan media sosial yang sehat dan sebagainya.

Visi
Menjadi Media Dakwah Penebar Rahmat Bagi Semesta.

Misi

– Menyediakan beragam agenda program yang bertujuan melahirkan insan kamil dan masyarakat yang beradab
– Mengangkat kekayaan intelektual para Ulama dan kekhasan kultur warga Nahdliyin.
– Menjadi platform bersama bagi komunitas Nahdlatul Ulama.